The Silent Service Part 3 Rilis Teaser Trailer Terbaru
Animetakus.com Prime Video Japan resmi merilis super teaser trailer untuk Part 3 dari adaptasi live-action The Silent Service. Serial ini diangkat dari manga karya Kaiji Kawaguchi yang terkenal dengan tema militer dan politik.
Teaser tersebut tidak hanya menampilkan cuplikan adegan terbaru, tetapi juga menghadirkan komentar dari Takao Osawa yang memerankan Shiro Kaieda dan Hiroshi Tamaki sebagai Hiroshi Fukamachi.
The Silent Service Live-Action Part 3 Super Teaser Trailer
Osawa menyatakan bahwa sekuel ini akan menghadirkan cerita yang lebih intens dengan visual yang kuat, terutama menjelang puncak konflik. Sementara itu, Tamaki menyoroti perkembangan rivalitas antara Fukamachi dan Kaieda yang semakin kompleks.
Osawa juga menegaskan bahwa proyek terbaru ini akan tampil lebih besar dan lebih kuat dibandingkan seri sebelumnya.
Manga asli karya Kawaguchi pertama kali diterbitkan di majalah Weekly Morning milik Kodansha pada 1988 hingga 1996. Serial tersebut kemudian dikompilasi menjadi 32 volume tankobon dengan total penjualan mencapai 32 juta kopi, baik cetak maupun digital.
Adaptasi live-action ini menjadi proyek film teater Jepang pertama dari Amazon Studios. Film pertamanya tayang di Jepang pada 29 September 2023, kemudian dilanjutkan dengan serial web delapan episode berjudul The Silent Service Season One – The Battle of Tokyo Bay yang dirilis pada Februari 2024 di Amazon Prime Video.
Film kedua berjudul The Silent Service: The Battle of Arctic Ocean dirilis di bioskop Jepang pada 26 September 2025. Versi panjangnya yang memuat adegan tambahan mulai tersedia di Prime Video pada 20 Maret 2026.
Proyek Part 3 yang akan datang direncanakan mengadaptasi keseluruhan cerita manga hingga akhir.
Sinopsis Singkat
Cerita mengikuti sebuah kapal selam Pasukan Bela Diri Maritim Jepang yang bertabrakan dengan kapal selam nuklir Amerika Serikat, menyebabkan seluruh awaknya dinyatakan tewas. Namun, kejadian tersebut ternyata hanya bagian dari operasi rahasia.
Para kru sebenarnya dipindahkan ke kapal selam nuklir bernama Seabat, hasil proyek gabungan Jepang dan Amerika Serikat. Situasi berubah drastis ketika Kaieda melakukan pemberontakan, mempersenjatai kapal dengan rudal nuklir, lalu melarikan diri, memicu konflik internasional yang besar.