We Are Aliens Anime Film Rilis Trailer Utama dan Visual
Animetakus.com – Situs resmi untuk film fitur anime Franco-Jepang mendatang berjudul We Are Aliens (Wareware wa Uchuujin dalam bahasa Jepang) telah merilis trailer utama dan visual kunci hari ini. Tayangan promosi ini memberikan pandangan pertama yang komprehensif tentang apa yang dapat ditonton oleh para penggemar.
Peluncuran trailer juga menghadirkan lagu tema “Sasakure” (Hangnail) untuk pertama kalinya kepada publik luas. Komposisi musik ini ditulis dan diatur oleh Yaffle, musisi berbakat yang juga menangani soundtrack keseluruhan untuk film ini. Lagu tema tersebut dibawakan oleh adieu (Moka Kamishiraishi), artis berbakat yang membawa dimensi emosional baru pada karya ini.

Film ini dijadwalkan untuk dirilis di Jepang pada tanggal 25 September 2026, membawa cerita yang telah ditunggu-tunggu ke layar lebar. Persiapan produksi telah berlangsung dengan cermat untuk memastikan kualitas sinematik yang tinggi.
Selain Ryota Bando dan Amane Okayama yang memainkan dua karakter utama bernama Tsubasa dan Akitaro, pengumuman juga mengungkapkan keterlibatan talenta tambahan. Ten Yamasaki, anggota dari grup idola Sakurazaka46, akan memberikan penampilan suara dalam film ini sebagai Konatsu, teman sekelas yang paling dekat dengan Tsubasa. Sementara itu, Kemuri Matsui dari duo komedi Reiwa Roman akan memerankan Batahira, salah satu teman Tsubasa.

Animator dan seniman berbakat Kohei Kadowaki memiliki peran ganda dan tripel dalam proyek ini sebagai planner, screenwriter, dan director. Pengalaman Kadowaki telah terbukti melalui karya-karya terkenalnya, termasuk musik video untuk digital single kedelapan YOASOBI berjudul “Comet”, yang juga menjadi lagu penutup untuk Season 2 anime BEASTARS.
Ryota Bando, yang terkenal dari perannya sebagai Ryo Sobue dalam Fureu, mengambil peran protagonis Tsubasa, seorang anak laki-laki pemalu yang bergumul dengan ketidaknyamanan menjadi orang biasa. Amane Okayama, yang sebelumnya tampil sebagai Shunji Tamada dalam BLUE GIANT, mengisi peran protagonis kedua sebagai Akitaro, murid populer di kelasnya. Film ini adalah produksi kolaboratif dengan studio Perancis MIYU PRODUCTION, dengan perencanaan dan produksi dari NOTHING NEW.
We Are Aliens telah mengalami pencapaian prestis internasional yang signifikan. Film ini dipilih secara resmi untuk Directors’ Fortnight di Festival Film Cannes yang ke-79, sebuah kehormatan besar dalam dunia sinematografi. Selain itu, film ini juga terpilih untuk Kompetisi Film Panjang di Annecy International Animation Film Festival 2026, menunjukkan pengakuan global atas kualitas artistiknya.
Narasi dari We Are Aliens digambarkan sebagai berikut:
“Dua sahabat terbaik dari sekolah dasar terpisah, hanya untuk bersatu kembali puluhan tahun kemudian sebagai orang dewasa, berhadapan dengan 30 tahun kenangan yang terlupakan dan perasaan yang tak terlupakan.”
Sinopsis singkat ini menjanjikan perjalanan emosional yang mendalam, menggabungkan tema persahabatan, pertumbuhan pribadi, dan penemuan diri kembali dalam narasi yang sensitif dan menyentuh hati.
The Drops of God Anime Cour 2 Creditless Opening Video Dirilis
Animetakus.com – Anime The Drops of God terus melanjutkan perjalanan wine-tasting yang menakjubkan dengan masuk ke second cour pada musim panas ini, dan kini Drops of God Cour 2 opening video dalam versi creditless telah dirilis secara resmi untuk dinikmati oleh penggemar. Opening baru ini menampilkan lagu tema yang energik dan menarik yang sempurna untuk membuka setiap episode musim kedua.
Call Me Asap SUPER DRAGON adalah lagu opening yang diciptakan oleh grup musik SUPER★DRAGON, yang berhasil menangkap semangat dan kegembiraan dari petualangan Shizuku Kanzaki dalam dunia wine internasional. Lagu ini dirancang untuk menginspirasi dan memotivasi penonton untuk mengikuti perjalanan sensorik yang menakjubkan bersama karakter utama.
Single digital dari “Call Me Asap” kini tersedia untuk distream dan diunduh melalui berbagai platform musik terkemuka seperti Amazon Music, Spotify, dan layanan digital musik lainnya. Penggemar dapat menikmati lagu ini kapan saja dan di mana saja sambil menunggu episode-episode baru The Drops of God anime.
Anime ini mengikuti kisah Shizuku Kanzaki, putra dari kritikus wine terkenal dunia bernama Yutaka Kanzaki yang telah meninggal dunia.
Yutaka Kanzaki meninggalkan koleksi wine yang sangat diinginkan oleh banyak orang, dan dalam wasiatnya, dia menjanjikan seluruh harta benda kepada siapapun yang dapat menebak dengan benar merk dan tahun dari 12 wine terbesar yang dia pilih, serta wine legendaris yang berdiri di puncak semuanya, “Drops of God.”
Para penantang dalam perlombaan ini adalah Shizuku Kanzaki sendiri, putra Yutaka, dan Issei Tomine, seorang kritikus wine muda yang pernah diadopsi oleh Yutaka. Wine anime Drops of God menceritakan kompetisi sengit dan perjalanan pembelajaran dari kedua karakter utama ini dalam mengungkap rahasia dunia wine yang kompleks dan menakjubkan.
Manga original The Drops of God yang ditulis oleh Tadashi Agi dan diilustrasikan oleh Shu Okimoto berjalan di Kodansha’s Weekly Morning dari 2004 hingga 2014 dengan total 44 volume. Setelah manga pertama berakhir, manga sekuel berjudul Drops of God: Mirage dilanjutkan di Weekly Morning dari 2015 hingga 2020 dengan 26 volume tambahan.
Seri manga terbaru berjudul Cour 2 Drops of God 2026 dilanjutkan di Weekly Morning dari September 2023 hingga April 2024 dengan dua volume. Popularitas franchise The Drops of God juga telah menghasilkan berbagai adaptasi live-action, termasuk drama Korea 2008, drama Jepang 2009, dan drama terbaru 2023 yang ditayangkan di Apple TV+.
Kenji Itoso mengarahkan adaptasi anime The Drops of God di studio animasi Satelight, dengan series composition dan script oleh Yu Mitsuru, character design oleh Takehiro Suwa, dan musik oleh Eishi Segawa. Kolaborasi tim kreatif yang kuat ini menghasilkan adaptasi anime yang berkualitas tinggi dan setia terhadap esensi cerita original dari manga.
Look Back Live-Action Film Rilis Main Trailer dan Poster Visual
Animetakus.com – Film adaptasi live-action dari manga terkenal Look Back karya Tatsuki Fujimoto telah merilis Look Back live-action film trailer utama dan dua poster visual baru yang menampilkan estetika sinematik berkualitas tinggi. Film ini direncanakan untuk dirilis di Jepang pada tanggal 11 September 2026, membawa cerita manga yang menginspirasi ke layar lebar dengan pendekatan sinematografi yang sensitif.
Hirokazu Kore-eda Look Back film menandai kolaborasi antara sutradara pemenang berbagai penghargaan dengan cerita manga yang telah menyentuh jutaan pembaca. Hirokazu Kore-eda, yang terkenal dengan filmnya Shoplifters pada 2018, dipercaya untuk mengarahkan adaptasi live-action ini dengan keahliannya dalam menangkap nuansa emosi manusia dan dinamika hubungan antar karakter.


Cast utama film ini menampilkan Natsuki Deguchi sebagai Fujino dan Aju Makita sebagai Kyomoto, dengan Furi Nanase memainkan versi masa kecil Fujino dan Rikka Okada memainkan versi masa kecil Kyomoto. Kedua aktor utama ini dipercaya untuk membawa kompleksitas emosional dari karakter-karakter utama yang menjadi inti dari cerita Look Back.
Look Back film cast visual yang baru dirilis menampilkan enam anggota cast tambahan yang akan memperkaya narasi film:
- Kayo Noro memainkan Akari Fujino (ibu Fujino)
- Ryo Ikeda memainkan Hitoshi Fujino (ayah Fujino)
- Miyu Sasaki memainkan Megumi Fujino (kakak perempuan Fujino)
- Maho Yamada memainkan Manabe (guru sekolah menengah Fujino)
- Kankuro Kudo memainkan Tamai (guru sekolah dasar Fujino dan Kyomoto)
- Masaki Suda memainkan Maeda (editor Weekly Shonen Jump)
Masaki Suda, aktor berbakat yang dipercaya dengan peran Maeda, memberikan komentar tentang pengalamannya bekerja dengan Kore-eda: “Pertama kalinya bekerja dengan Sutradara Kore-eda — dan dalam Look Back! Saya terus bertanya, ‘Apakah karakter saya terinspirasi oleh orang tertentu?’ ‘Apakah set ini dimodelkan berdasarkan kantor editorial manga yang sesungguhnya?’ Seluruh proses syuting penuh dengan kegembiraan dan antusiasme.”

Film Look Back manga live-action adaptasi ini memiliki durasi runtime 99 menit, berbeda dari versi anime yang dirilis pada Juni 2024 dengan durasi 58 menit. Manga original yang diterbitkan di Shonen Jump+ pada 2021 memiliki panjang 143 halaman, yang menunjukkan bagaimana filmmakers berhasil mengembangkan cerita dengan cara yang sinematik dan mendalam.
Tatsuki Fujimoto Look Back film menceritakan perjalanan 13 tahun dari dua karakter utama sejak hari-hari sekolah dasar mereka. Fujino adalah seorang gadis muda yang penuh percaya diri dengan bakat menggambar manga, sementara Kyomoto adalah teman sekelas yang reclusive namun memiliki kemampuan artistik yang jauh melampaui Fujino. Keduanya disatukan oleh passion bersama untuk menciptakan manga, dan film ini menampilkan perjalanan emosional mereka dengan sensitivitas luar biasa dan sense of youth yang vivid.
Daiju Koide, yang sebelumnya memproduksi Shin Kamen Rider, menjadi produser film ini melalui K2 Pictures. GKIDS sebelumnya mengumumkan bahwa film ini akan dirilis di Amerika Serikat, Kanada, Britania Raya, dan Irlandia, membawa cerita Look Back kepada audiens internasional.
Draw This, Then Die! Anime Opening Ending Video Resmi
Animetakus.com – Anime adaptasi manga komedi pembuatan cerita bergambar, Draw This, Then Die! anime opening ending telah dirilis secara resmi. Dua lagu tema yang mengiringi anime ini menampilkan talenta musik terkemuka dari Jepang yang membawa semangat baru ke dalam serie tersebut.
Opening Isho Tatsuya Kitani menjadi tema pembuka yang energik dan memotivasi untuk setiap episode anime Draw This, Then Die!. Tatsuya Kitani, seorang musisi berbakat, menciptakan melodi yang sempurna untuk menggambarkan perjalanan Ai Yasumi dalam dunia pembuatan manga. Lagu opening ini tersedia untuk distream dan diunduh sebagai single digital di berbagai platform musik.
Di sisi lain, Ending Conifer Regallily memberikan sentuhan emosional dan merenung yang sempurna untuk menutup setiap episode. Regallily, grup musik yang dikenal dengan karya-karya berkualitas, berhasil menciptakan atmosfer yang tenang namun penuh makna dalam lagu penutup ini.
Anime Draw This, Then Die! mengikuti perjalanan Ai Yasumi, seorang siswi tahun pertama sekolah menengah yang tinggal di pulau Izu Oshima dan memiliki kegemaran membaca manga. Namun, setelah mengalami titik balik tertentu dalam hidupnya, Ai memutuskan untuk mengejar impian membuat cerita manganya sendiri. Perjalanannya penuh dengan tantangan, pertumbuhan personal, dan kegembiraan dalam mengejar impian kreatifnya.
Anime ini diproduksi oleh studio Shin-Ei Animation dengan arahan dari Hiroaki Akagi, yang sebelumnya mengarahkan The Dangers in My Heart. Hiroko Fukuda bertugas sebagai series composition, sementara Kenji Sagawa menangani character design dan Hiroaki Tsutsumi menyediakan musik untuk serie ini.
Manga original karya Minoru Toyoda telah diserialisasi dalam Monthly Shonen Sunday sejak November 2021 dan telah mencapai 10 volume yang dirilis di Jepang. Seven Seas Entertainment menghadirkan edisi bahasa Inggris resmi dari manga ini untuk pembaca internasional.
Cyberpunk: Edgerunners 2 Umumkan Lagu Pembuka dan Penutup
Animetakus.com – Studio animasi terkemuka TRIGGER resmi mengumumkan detail lagu tema untuk anime sekuel Cyberpunk: Edgerunners 2 yang sangat ditunggu-tunggu para penggemar. Pengumuman bergembira tersebut menghadirkan kolaborasi musik spektakuler dengan artis internasional ternama yang akan memperkaya pengalaman menonton anime musim mendatang.
Lagu pembuka untuk Cyberpunk: Edgerunners 2 adalah “10:15 Saturday Night” yang dinyanyikan oleh The Cure, band rock legendaris asal Inggris yang telah mendominasi industri musik selama puluhan tahun. Sementara itu, lagu penutup akan dibawakan oleh Petite Meller, seorang penyanyi-penulis lagu berbakat asal Prancis, dengan judul lagu “Watson”. Kedua lagu ini dipilih khusus untuk menciptakan atmosfer yang sempurna bagi perjalanan epik di Night City.
Pemilihan kedua artis ini menunjukkan komitmen produser terhadap kualitas musik dalam anime. The Cure dan Petite Meller bukan pilihan sembarangan, melainkan hasil pertimbangan mendalam tentang bagaimana musik dapat memperkuat narasi cerita yang akan disajikan dalam seri kedua ini. Musik mereka diharapkan dapat menangkap esensi kegelapan, ketegangan, dan kedalaman emosional yang menjadi ciri khas dunia Cyberpunk.
Cyberpunk: Edgerunners 2 akan disutradarai oleh Kai Ikarashi, animator berbakat yang sebelumnya berkolaborasi dengan studio TRIGGER dalam proyek animasi ternama seperti Little Witch Academia. Meskipun pendahulunya Cyberpunk: Edgerunners pertama disutradarai oleh Hiroyuki Imaishi (yang juga dikenal dari film Promare) dan memenangkan Anime of the Year di Anime Awards 2023, Ikarashi akan membawa visi segar dan perspektif unik untuk seri lanjutan ini.
Cerita Baru yang Menjanjikan
Anime sekuel ini akan menyajikan kisah yang sepenuhnya baru dalam dunia yang dirancang berdasarkan tabletop RPG R. Talsorian Games dan video game Cyberpunk 2077 buatan CD PROJEKT RED. Meskipun berlatar belakang yang sama, Cyberpunk: Edgerunners 2 menawarkan narasi mandiri yang tidak bergantung pada cerita musim pertama, sehingga penonton baru dapat menikmati pengalaman menonton tanpa perlu menonton seri pertama terlebih dahulu.
Kisah dalam Cyberpunk: Edgerunners 2 mengikuti seorang tokoh bernama Weak, seorang legenda cyberpunk yang sudah melampaui masa jayanya. Weak terpaksa menjalani hidup tanpa chrome dan mencari tujuan baru di dunia yang telah meninggalkannya jauh ke belakang. Perjalanannya penuh dengan kebimbangan dan pencarian identitas diri.
Di sisi lain, ada karakter bernama D, seorang nomad yang berbahaya dan penuh tekad untuk melancarkan balas dendam. Perjalanan penuh kemarahan D membawanya mendekati rahasia-rahasia korporat yang seharusnya tidak pernah diketahui oleh siapapun. Dua garis cerita ini akan saling bertautan dalam cara-cara yang tidak terduga dan menghasilkan konflik yang menggelegar.
Dalam sepuluh episode yang akan ditayangkan, penonton akan diajak untuk menggali cerita yang mendalam tentang keluarga, obsesi, warisan, dan bagaimana perspektif seseorang membentuk cara kita melihat cerita orang-orang di sekitar kita. Setiap episode dirancang untuk memberikan pengalaman sinematik yang memukau dengan perpaduan sempurna antara aksi, drama emosional, dan refleksi filosofis tentang kehidupan di Night City.
Kreativitas Tim Produksi
Tim kreatif di balik Cyberpunk: Edgerunners 2 terdiri dari para profesional berbakat yang telah terbukti keahliannya di industri animasi. Masahiko Otsuka, yang juga bekerja dalam komposisi seri Promare, akan menangani komposisi seri untuk memastikan narasi yang kohesif dan menarik. Ichigo Kanno, seorang animator kunci yang telah berkontribusi pada proyek-proyek terkenal seperti Delicious in Dungeon, akan mendesain karakter-karakter dengan detail yang menakjubkan.
Musik untuk Cyberpunk: Edgerunners 2 akan diciptakan oleh Tsuneo Imahori, komposer berbakat yang telah menciptakan soundtrack ikonik untuk anime series seperti Trigun. Kombinasi musik original Imahori bersama dengan lagu tema dari The Cure dan Petite Meller akan menciptakan identitas audio yang unik dan berkesan.
Tayang Eksklusif di Netflix
Cyberpunk: Edgerunners 2 akan tersedia eksklusif melalui platform streaming Netflix mulai dari musim gugur 2026. Keputusan untuk menayangkan anime ini melalui Netflix menunjukkan besarnya investasi dalam kualitas produksi dan jangkauan global yang luas. Penonton di seluruh dunia akan dapat menikmati anime ini dengan subtitle dalam berbagai bahasa pada waktu yang bersamaan.
Persiapan yang matang dan kolaborasi internasional ini memberikan harapan tinggi bahwa Cyberpunk: Edgerunners 2 akan menjadi salah satu highlight anime tahun 2026. Dengan cerita yang menarik, musik yang epik, dan produksi kelas dunia, anime ini siap memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi para penggemar cyber-punk dan anime secara umum.
Shiranuhi Anime Rilis Trailer Utama, Tayang 21 Agustus 2026
Animetakus.com Shiranuhi anime rilis trailer utama melalui situs resminya. Trailer tersebut memperkenalkan tiga karakter utama beserta pengisi suaranya.
Karakter Minato diisi oleh ano. Sementara itu, Ben-chan disuarakan oleh Kana Hanazawa. Peran Masaru dibawakan oleh Shinichiro Miki.
Film pendek ini diproduksi oleh CoMix Wave Films. Studio tersebut dikenal melalui karya Makoto Shinkai seperti Your Name. dan Suzume.
Shiranuhi dijadwalkan tayang di Jepang pada 21 Agustus 2026. Informasi ini diumumkan bersamaan dengan perilisan trailer utama.
ano menyampaikan pengalamannya mengisi suara Minato. Ia menyebut peran ini menjadi tantangan karena harus memerankan anak laki-laki.
Ia berusaha menampilkan emosi seorang anak berusia 10 tahun. Karakter tersebut hidup dalam kondisi yang menekan.
Kana Hanazawa menjelaskan karakter Ben-chan. Ia digambarkan sebagai sosok yang selalu mengawasi Minato.
Ia menyoroti kesepian yang dirasakan Minato. Ia berharap penonton dapat merasakan kedekatan dengan karakter tersebut.
Shinichiro Miki juga memberikan pandangannya. Ia menilai karya ini mengajak penonton memahami makna kehidupan.
Ia menyebut suasana rekaman terasa tegang. Hal tersebut mencerminkan kedalaman cerita yang disajikan.

Ryo Katanosaka bertindak sebagai sutradara. Ia juga menulis cerita dan naskah untuk film ini.
Sebelumnya, ia bekerja di bagian penjualan ikan segar. Ia juga dikenal sebagai pembuat film independen.
Taro Umebayashi menggarap musik film ini. Ia sebelumnya dikenal lewat karyanya di Yuri!!! on ICE.
Lagu tema dibawakan oleh Ichiko Aoba. Ia pernah bekerja sama dengan Umebayashi dalam proyek sebelumnya.
Film ini mengambil latar akhir musim panas 1996. Cerita berfokus pada Minato, anak berusia 10 tahun yang tinggal di kota pesisir Kumamoto.
Minato hidup dalam ketakutan akibat ayahnya yang alkoholik. Satu-satunya pelarian adalah sosok Ben-chan.
Ben-chan digambarkan sebagai dewi yang muncul di Pulau Benten. Kehadirannya memberikan ketenangan bagi Minato.
Namun, Minato harus segera berpisah. Ia dijadwalkan masuk ke panti asuhan.
Dalam kondisi tersebut, ia berdoa kepada cahaya misterius di laut. Cahaya itu dikenal sebagai Shiranuhi.
Cahaya tersebut dipercaya dapat mengabulkan satu permintaan. Namun, kebencian Minato terhadap ayahnya membuat doa itu berubah menjadi kutukan.
Shiranuhi anime rilis trailer memperlihatkan konflik emosional yang kuat. Cerita ini menyoroti perjuangan batin seorang anak dalam situasi sulit.