THE GHOST IN THE SHELL Kabarkan Atsushi Miyauchi Perankan Borma
Animetakus.com – Situs resmi untuk serial anime THE GHOST IN THE SHELL telah mengumumkan informasi penting mengenai penambahan seiyuu dalam cast serangkaian episode yang baru diluncurkan. Seiyuu profesional Atsushi Miyauchi telah dikonfirmasi akan memerankan karakter Borma, seorang anggota penting dari Public Security Section 9.
Atsushi Miyauchi, yang sebelumnya dikenal dari perannya sebagai Ash Stahl dalam anime Metallic Rouge, akan membawa karakter Borma ke layar dengan sempurna. Karakter Borma muncul dalam episode kedua berjudul “SUPER SPARTAN ii + JUNK JUNGLE i” yang telah mulai ditayangkan dan streaming pada tanggal 14 Juli lalu.
Menurut deskripsi resmi dari situs anime, Borma digambarkan sebagai tokoh yang memiliki postur tubuh yang besar dan berkesan, kepala botak, serta mata prostetik yang menakjubkan. Kombinasi ciri fisik ini membuat Borma terlihat sangat khas dan mudah dikenali di antara anggota Section 9 lainnya.

Atsushi Miyauchi berbagi komentar personal mengenai peranannya dalam THE GHOST IN THE SHELL yang menunjukkan dedikasi tingginya terhadap proyek ini. Menurutnya, kesempatan untuk berpartisipasi dalam franchise THE GHOST IN THE SHELL yang legendaris dengan penggemar passionate di seluruh dunia adalah kehormatan yang mendalam.
Miyauchi menjelaskan bahwa Borma yang diperankannya adalah seorang pria yang tidak banyak berbicara bahkan di antara sesama anggota Public Security Section 9. Borma merupakan profesional sejati yang menyanggahkan tim dari balik layar melalui pekerjaan pemutus bom dan pengumpulan informasi cyber yang sensitif.
Meskipun maneuver Borma tidak terlalu flashy atau spektakuler dibandingkan anggota tim lainnya, Miyauchi mendekati setiap sesi rekaman dengan fokus yang tajam. Dia berusaha menangkap aura unik Borma dan kehadiran berat yang tidak terbantahkan, sebuah kehadiran yang mampu menembus bahkan momen-momen paling senyap sekalipun.
Miyauchi mengungkapkan harapannya agar penonton dapat benar-benar terbenam dalam pengalaman menonton THE GHOST IN THE SHELL. Dia percaya bahwa cyberbrain warfare yang dijalin oleh anggota Section 9 dikombinasikan dengan drama manusiawi yang kompleks dan saling terikat akan menciptakan pengalaman sinematik yang tak terlupakan.
“Saya benar-benar yakin bahwa karya ini akan berbisik langsung kepada ghost yang hidup di dalam setiap orang. Mohon nikmati setiap momen dari serial ini dengan sepenuh hati,” ujar Miyauchi dalam pernyataannya.
Ilustrasi End Card untuk episode kedua juga telah diungkapkan kepada publik. Ilustrasi ini dibuat oleh Ilya Kuvshinov, seorang ilustrator berbakat asal Rusia yang sebelumnya terkenal karena karyanya dalam desain karakter untuk Ghost in the Shell: SAC_2045 (2020-2022). Karya Kuvshinov dikenal karena detail yang presisi dan artistik yang memukau.
THE GHOST IN THE SHELL anime dimulai dari manga serialisasi klasik yang pertama kali dipublikasikan dari April 1989 hingga November 1990 di publikasi Young Magazine milik Kodansha. Manga original ini telah menjadi salah satu karya paling berpengaruh dalam industri manga dan anime, menciptakan beragam adaptasi termasuk film live-action, film animasi, dan serial anime sebelumnya.
Kodansha USA telah mempublikasikan versi bahasa Inggris dari manga original untuk menjangkau audiens internasional.
Adaptasi anime terbaru THE GHOST IN THE SHELL ditangani oleh sutradara Moko-chan, yang sebelumnya pernah menjadi asisten direktur untuk anime populer DAN DA DAN. Studio animasi Science SARU yang terkenal dengan karya-karyanya yang inovatif dan berkualitas tinggi menangani proses produksi.
Tim kreatif yang komprehensif terlibat dalam pengembangan anime ini. To Enjo, yang sebelumnya bekerja sebagai komposer seri untuk Godzilla Singular Point, menangani series composition dan penulisan script. Shuhei Handa, yang sebelumnya desain karakter untuk Scott Pilgrim Takes Off, bertanggung jawab sebagai desainer karakter dan chief animation director.
Musik untuk THE GHOST IN THE SHELL anime disusun oleh Taisei Iwasaki, Ryo Konishi, dan YUKI KANESAKA. Iwasaki juga dikreditkan sebagai music director yang mengawasi seluruh aspek audio dari anime ini.
Cast utama yang telah diumumkan sebelumnya mencakup Maaya Sakamoto sebagai Motoko Kusanagi, Kazuhiro Yamaji sebagai Daisuke Aramaki, Hiroki Yasumoto sebagai Batou, Yuichi Nakamura sebagai Togusa, Kousuke Goto sebagai Ishikawa, Toru Nara sebagai Saito, Marie Oi sebagai Operator, dan Tomoko Kaneda sebagai Fuchikoma.
Cerita THE GHOST IN THE SHELL anime berlatar di tahun 2029, di sebuah Jepang futuristik di mana dunia telah menjadi sangat padat dengan teknologi informasi. Jaringan korporat raksasa mencakup seluruh planet dengan elektron dan cahaya berdenyut melaluinya. Namun, bangsa-bangsa dan kelompok etnis masih tetap bertahan dan berkembang.
Motoko Kusanagi, seorang cyborg full-body yang luar biasa, memimpin unit pertempuran elite yang mencakup Batou dan rekan-rekan lainnya. Saat memimpin timnya, Kusanagi memiliki visi untuk menciptakan unit tugas khusus yang dapat melakukan serangan preemptif terhadap ancaman-ancaman yang muncul.
Sementara itu, Daisuke Aramaki dari Kementerian Urusan Internal, yang telah lama merencanakan pembentukan unit serupa, merekrut Kusanagi dan timnya. Bersama-sama, mereka memulai operasi sebagai Public Security Section 9, sebuah unit taktis ofensif yang dikenal sebagai “Shell Squad”. Ketika mereka menghadapi kejahatan cyber yang kompleks dan konspirasi internasional, kehadiran hacker misterius dan tidak teridentifikasi yang dikenal sebagai “Puppet Master” muncul di cakrawala investigasi mereka.
Pertanyaan mendesak muncul: Apa takdir yang menanti Kusanagi? Dan apa tujuan sebenarnya dari Puppet Master? Era baru dari aksi cyberpunk dimulai dalam THE GHOST IN THE SHELL anime yang penuh ketegangan dan misteri.