Aikatsu! x Pripara THE MOVIE Rilis Trailer Penuh dan Lagu Baru
Animetakus.com – Kabar gembira bagi para pecinta anime idol! Film kolaborasi Aikatsu! dan Pripara yang telah diumumkan sejak April lalu kini resmi merilis trailer penuh pertama untuk Aikatsu! x Pripara THE MOVIE -Deai no Kiseki!-. Dalam trailer tersebut, penggemar dapat melihat interaksi antar karakter dari dua dunia berbeda dan menikmati cuplikan lagu baru berjudul “Happy Tuning”.
Film ini menjadi momentum langka di mana dua franchise besar idol bertemu dalam satu layar. Visual resmi dari film ini juga dirilis bersamaan dengan trailer-nya.

Franchise Aikatsu! pertama kali mengudara pada September 2012, disusul oleh Pripara yang tayang perdana pada Juli 2014. Kedua seri ini telah berkembang pesat, menciptakan berbagai spin-off, sekuel, dan komunitas penggemar setia hingga kini.
Aikatsu! x Pripara THE MOVIE -Deai no Kiseki!- disutradarai oleh Takahiro Okawa, yang sebelumnya mengarahkan beberapa episode Aikatsu Friends! dan Aikatsu on Parade!. Naskah film ini ditulis oleh Michihiro Tsuchiya dan diproduksi oleh Bandai Namco Pictures. Tak ketinggalan, dua sutradara legendaris dari masing-masing seri, Ryuichi Kimura (Aikatsu!) dan Makoto Moriwaki (Pripara), turut hadir sebagai supervisor proyek.
Film ini mempertemukan karakter-karakter ikonis dari masing-masing dunia, menciptakan pengalaman nostalgia sekaligus penyegaran bagi para penonton lama maupun baru.
Animetakus menggambarkan cerita Pripara sebagai kisah seorang gadis bernama Yui yang tinggal di Paparajuku. Ia bercita-cita menjadi idol meskipun sadar bahwa impiannya tampak mustahil. Kehidupannya berubah saat taman hiburan idol bernama PriPara dibuka di kotanya, dan idol dari Parajuku, Laala, dikabarkan akan datang. Namun, karena kesalahan sistem, Laala kini tak bisa lagi melakukan PriPara Change.
Solo Camping for Two Rilis Video Creditless Opening dan Ending
Animetakus.com – Anime Solo Camping for Two menghadirkan nuansa santai musim panas lewat dua video spesial: creditless opening dan ending yang baru saja dirilis. Dengan iringan musik lembut, dua video ini memperlihatkan keindahan visual dan atmosfer berkemah yang menenangkan.
Opening dibuka dengan lagu “Akari wa Tooku” yang dibawakan oleh Skirt, menggambarkan momen-momen damai Gen dan Shizuku dalam perkemahan mereka.
Sementara itu, ending menghadirkan lagu “Futari Camp feat. SPECIAL OTHERS” oleh Masayoshi Ooishi yang memperkuat kehangatan interaksi dua karakter utama.
Anime ini disutradarai oleh Jun Hatori (Taisho Otome Fairy Tale) dan diproduksi oleh studio SynergySP. Komposisi seri ditangani Aya Satsuki (TOO CUTE CRISIS), desain karakter oleh Tomomi Shimazaki (Mr. Villain’s Day Off), serta musik oleh Shota Kowashi (Snack Basue). Serial ini diadaptasi dari manga karya Yudai Debata.

Ceritanya sendiri mengisahkan Gen Kinokura, seorang pria yang gemar berkemah sendirian untuk mencari ketenangan. Namun, hidupnya berubah saat Shizuku Kusano, seorang gadis pemula yang ceroboh namun antusias, tiba-tiba masuk ke area perkemahannya. Dari situ, dimulailah kisah duo camping yang penuh tawa, kekacauan, dan momen-momen menyentuh di bawah cahaya bintang.
Noriko Hidaka Bawakan Lagu Pembuka Ranma 1/2
Animetakus.com – Noriko Hidaka, sosok legendaris di dunia seiyuu, kembali memukau penggemar dengan membawakan lagu pembuka ikonik anime Ranma 1/2, “Don’t Make Me Wild Like You,” lewat kolaborasinya bersama proyek CrosSing.
Noriko Hidaka dikenal luas sebagai pengisi suara Akane Tendo dalam Ranma 1/2, dan kini turut ambil bagian dalam adaptasi anime terbaru dari karya Rumiko Takahashi. Lagu yang ia bawakan merupakan versi cover dari lagu pembuka pertama anime tersebut, yang dalam versi aslinya dinyanyikan oleh Etsuko Nishio.
Sebelumnya, lagu ini juga pernah dibawakan oleh Rei Sakuma, pengisi suara Shampoo, yang merupakan rival cinta Akane dalam cerita. Kini, Noriko Hidaka menghadirkan versi baru yang penuh nostalgia dan emosi.
Noriko Hidaka “Don’t Make Me Wild Like You” – CrosSing Cover
Proyek CrosSing dikenal sebagai platform musik yang mengangkat para performer dari berbagai bidang, mulai dari seiyuu, penyanyi anisong, aktor 2.5D, hingga virtual YouTuber. Diluncurkan sejak Maret 2022, CrosSing rutin merilis cover lagu-lagu anime dan populer dalam format video berkualitas tinggi.
Lagu cover dari Noriko Hidaka ini kini sudah bisa dinikmati melalui berbagai layanan streaming seperti Spotify dan Apple Music.
Ranma 1/2 dan Adaptasi Terbarunya
Manga asli Ranma 1/2 diserialkan oleh Shogakukan di majalah Weekly Shonen Sunday dari tahun 1987 hingga 1996. Dalam versi bahasa Inggris, manga ini diterbitkan oleh VIZ Media.
Adaptasi anime terbarunya kini sedang ditayangkan di Netflix, disutradarai oleh Konosuke Uda di bawah studio animasi MAPPA. Komposisi cerita dikerjakan oleh Kimiko Ueno, desain karakter oleh Hiromi Taniguchi, dan musik digarap oleh Kaoru Wada.
Musim pertama telah tayang, dan musim kedua dijadwalkan rilis pada Oktober mendatang, menjanjikan kelanjutan petualangan seru Ranma dan kawan-kawan.
My Dress-Up Darling Season 2 Tampilkan MV Opening dan Ending
Animetakus.com – Musim kedua My Dress-Up Darling akhirnya tayang perdana, dan dua video musik resmi dari lagu pembuka dan penutup anime ini langsung dirilis di kanal YouTube para penyanyi aslinya.
Lagu pembuka berjudul “Ao to Kirameki” (Blue and Sparkle) kembali dibawakan oleh band pop rock Jepang spira spica dengan vokalis Mikiha. Grup ini sebelumnya juga membawakan lagu pembuka “Sansan Days” untuk musim pertama anime pada tahun 2022 lalu. Lagu ini dirilis sebagai single kesepuluh spira spica, dan akan tersedia dalam bentuk CD di Jepang mulai 6 Agustus 2025.
spira spica – Ao to Kirameki
Menariknya, versi THE FIRST TAKE dari lagu ini juga dirilis, menampilkan REAL AKIBA BOYZ sebagai pengisi latar dengan nuansa koreografi enerjik.
spira spica feat. REAL AKIBA BOYS – Ao to Kirameki (THE FIRST TAKE)
Bersamaan itu, video opening tanpa kredit dari My Dress-Up Darling Season 2 juga sudah bisa ditonton.
Creditless Opening Video
Sementara itu, lagu penutup bertajuk “Kawaii Kaiwai” dibawakan oleh unit idol PiKi, hasil kolaborasi antara Karen Matsumoto (FRUITS ZIPPER) dan Haruka Sakuraba (CUTIE STREET). Lagu ini mulai diputar sejak episode ke-14 yang tayang 12 Juli, dan kini tersedia di berbagai platform digital.
PiKi – Kawaii Kaiwai
Creditless Ending Video
My Dress-Up Darling Season 2 tayang sejak 5 Juli 2025, melanjutkan kisah cinta dan cosplay Marin Kitagawa dan Wakana Gojo.
Sinopsis resminya menyebutkan:
Pertemuan antara Marin dan Wakana karena hobi cosplay mempertemukan mereka dengan banyak teman baru. Seiring dunia mereka yang makin berkembang, kisah penuh cinta, semangat, dan semarak cosplay pun terus berlanjut.
MV “Wither” Eiko Zen di Maebashi Witches Dirilis
Animetakus.com – Dunia penyihir remaja di anime Maebashi Witches mendadak berubah suram dengan kehadiran lagu terbaru “Wither”, yang resmi dirilis dalam bentuk video musik. Lagu ini dibawakan oleh Yu Serizawa sebagai karakter Eiko Zen, dan membawa nuansa emosional yang sangat kontras dari lagu-lagu ceria yang biasa hadir di anime ini.
Lagu “Wither” ditulis oleh Miho Karasawa, dan dikomposisi serta diaransemen oleh Ren Mizunoya. Video musiknya telah tayang di kanal YouTube resmi Maebashi Witches, sementara versi penuhnya sudah tersedia di berbagai platform streaming musik.
Eiko Zen adalah salah satu karakter terbaru yang mencuri perhatian dalam Maebashi Witches. Lewat “Wither”, ia menunjukkan sisi kelam dan mendalam dari dunia para penyihir, menjadikan lagu ini sebagai momen emosional yang tak terduga dalam anime yang dikenal dengan semangat positifnya.
Anime ini digarap oleh SUNRISE Studios dengan sutradara Junichi Yamamoto (More than a Married Couple, but Not Lovers.), komposisi seri oleh Erika Yoshida (BOCCHI THE ROCK!), desain karakter oleh Nozomi Tachibana berdasarkan ilustrasi Yu Inami, serta musik oleh Yuri Habuka.
Cerita Maebashi Witches berlatar di Kota Maebashi, Prefektur Gunma. Seorang siswi SMA tahun pertama bernama Yuina Akagi bertemu dengan katak misterius bernama Keroppe yang menawarkannya untuk menjadi penyihir. Bersama teman-temannya—Azu, Kyoka, Choco, dan Mai—mereka menjalankan misi ajaib: membuat mimpi orang-orang menjadi kenyataan.
MV Anime “Miso Soup and Butter” Reira Ushio Perlihatkan Visual Makan Food for the Soul
Animetakus.com – Anime slice of life bertema kuliner Food for the Soul semakin mencuri perhatian dengan dirilisnya anime version music video (MV) untuk lagu ending “Miso Soup and Butter” oleh Reira Ushio. MV ini mulai tayang di kanal YouTube resmi sang penyanyi dan memanjakan mata penonton dengan visual makanan yang menggugah selera serta kehangatan interaksi antar karakter.
MV “Miso Soup and Butter” Food for the Soul ver.
Selain itu, versi creditless dari ending anime ini juga telah dirilis.
Food for the Soul Anime Creditless Ending
Lagu Lama, Gaya Baru
Lagu “Misoshiru to Butter” pertama kali dirilis sebagai digital single kedelapan Reira Ushio pada Oktober 2023. Namun, demi menyambut penayangan anime, versi CD dengan ilustrasi khusus bertema anime telah diterbitkan ulang pada 23 April 2025. Dengan beragam versi video yang telah dirilis, termasuk versi akustik dan FLASH THE FIRST TAKE, total view-nya kini telah menembus angka satu juta tayangan.



Makanan & Musik: Kombinasi yang Mengenyangkan Jiwa
MV terbaru ini menyajikan potongan-potongan cerita anime dengan fokus utama pada berbagai jenis masakan rumahan yang ditampilkan secara detail. Penonton bisa melihat bagaimana karakter utama menikmati momen memasak dan menyantap makanan, dari miso soup hangat hingga roti dengan mentega leleh—paduan sederhana namun penuh makna yang sesuai dengan judul lagunya.
Di Balik Dapur Produksi
Anime Food for the Soul sendiri merupakan karya orisinal dari Atto, kreator Non Non Biyori. Proyek ini diarahkan oleh Shinya Kawatsura (juga dari Non Non Biyori) bersama Toru Shunsui, dan diproduksi oleh P.A.WORKS. Komposisi seri ditangani oleh Yoshihiro Hiki (Akiba Maid War), desain karakter animasi oleh Hajime Mitsuda, serta musik dari Hitomi Mizutani.
Kisah yang Menghangatkan Hati dan Perut
Mengangkat kisah Mako, mahasiswa tahun pertama yang baru hidup mandiri, anime ini mengeksplorasi tema memasak sebagai bentuk pelarian dan pemulihan diri. Terlalu malu makan di luar sendirian, Mako bergabung dengan klub riset budaya makanan. Di sana, ia menemukan makna pertemanan dan kenikmatan makan bersama.
“Food for the Soul bukan hanya soal makanan, tapi tentang rasa nyaman yang hadir saat berbagi tawa dan hidangan sederhana bersama orang-orang yang peduli.”