TOOBOE Rilis MV Lagu Ending Anime Firefly Wedding
Animetakus.com – TOOBOE merilis animation music video “Yumegokochi” (Feeling Good), lagu ending anime Firefly Wedding musim gugur 2026. Proyek solo kreator musik “john” itu mengunggahnya lewat kanal YouTube resminya. TOOBOE mengawasi langsung videonya, sementara MIEL menjadi sutradara sekaligus penulis storyboard.
Mai Ohtani menggarap desain karakter, dan Qzil.la menangani produksi animasinya. Silakan tonton videonya di bawah ini, lalu bandingkan dengan ending versi tanpa kredit.
Tentang TOOBOE dan lagunya
TOOBOE debut major pada April 2022. Single “Jōzai” yang rilis pada November tahun yang sama menjadi lagu ending episode 4 anime Chainsaw Man, sehingga menarik perhatian di dalam dan luar negeri. Sementara itu, “Yumegokochi” rilis secara digital pada 10 Oktober, dan single CD-nya menyusul pada 4 November.
Komentar TOOBOE
Di situs resmi anime, TOOBOE bercerita bahwa kalau kisah ini adalah hidup Satoko, seluruh unsur anime ada untuk membuatnya bersinar. Karena itu, lagu ending ini ia tulis khusus untuk menyelami isi hati Shinpei di balik tatapannya. Lagu tersebut menangkap kebingungan Shinpei soal apa yang ia hilangkan dan dapatkan lewat kehadiran Satoko. Menurut TOOBOE, seseorang bisa hidup sendiri, tetapi “Yumegokochi” tidak bisa didapat sendirian.
Staf produksi
Anime adaptasi manga karya Oreco Tachibana ini tayang perdana di Jepang pada 9 Oktober 2026. Takahiro Kamei menyutradarai Firefly Wedding di studio animasi david production. Yuko Kakihara menulis skenario sekaligus menangani komposisi serial, sedangkan Yukiko Aikei menggarap desain karakter. NOGRID menyusun musiknya.
Sinopsis
Satoko Kirigaya punya semua yang diinginkan seorang bangsawan perempuan, kecuali waktu. Hidupnya hampir habis, jadi ia bertekad menikah dengan baik demi membanggakan ayahnya. Namun seorang pembunuh kejam menculiknya, dan ia pun mengajukan tawaran nekat: “Menikahlah denganku, dan kita akan memiliki segalanya.”
Shinpei Goto menerima, tetapi lama-kelamaan ia menjadi terobsesi secara berbahaya. Kini Satoko harus memilih antara kewajiban dan cinta yang bisa menelan mereka berdua.