Manga Tsugumi Project Akan Diadaptasi Menjadi Anime
Animetakus.com – Industri produksi anime kembali menerima kabar menggembirakan dengan pengumuman resmi bahwa manga post-apokaliptik bertajuk Tsugumi Project akan segera diadaptasi menjadi serial anime televisi. Pengumuman ini dilakukan melalui pembukaan situs web resmi dan akun media sosial X yang didedikasikan untuk proyek adaptasi ini.
Bersamaan dengan pengumuman formal tersebut, tim produksi juga telah merilis trailer teaser dan visual promosi untuk memberikan calon penonton gambaran awal mengenai apa yang dapat diharapkan dari adaptasi anime Tsugumi Project. Namun, pada saat pengumuman awal ini, berbagai detail penting seperti nama-nama staff, para suara aktor yang akan mengisi karakter, dan tanggal rilis anime masih belum dikonfirmasi secara resmi dan akan diumumkan di masa mendatang.

Manga Tsugumi Project asli telah memiliki sejarah publikasi yang menarik dan menunjukkan tingkat adopsi internasional yang luar biasa. Karya manga ini awalnya diterbitkan oleh penerbit Prancis Ki-oon dalam format tiga volume sebelum akhirnya dikurasi untuk diserialisasi di majalah mingguan bergengsi Jepang yang bernama Weekly Young Magazine milik penerbit Kodansha.
Serialisasi Tsugumi Project di Weekly Young Magazine berlangsung dari bulan Januari 2021 hingga November 2023, mencakup periode dua tahun lebih dari publikasi reguler. Seluruh chapter yang telah dipublikasikan dalam majalah mingguan tersebut kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam format tankobon (edisi volume tunggal) yang berjumlah tujuh volume. Prestasi publikasi ini menunjukkan bahwa manga Tsugumi Project telah berhasil menarik perhatian pembaca dan penerbit di dua pasar penting yaitu Prancis dan Jepang.
Selain karya manga yang mencuri perhatian, pencipta ippatu juga memiliki portofolio yang mengesankan di industri film dan animasi. ippatu telah berkontribusi sebagai character designer untuk dua film sinematik berkualitas tinggi karya sutradara ternama Mamoru Hosoda. Film-film tersebut adalah BELLE dan Scarlet, kedua-duanya mendapat pengakuan internasional atas kualitas visual dan storytelling-nya yang luar biasa.
Penerbit Kodansha USA telah mengamankan hak distribusi untuk manga Tsugumi Project dalam bahasa Inggris dan telah menyediakan deskripsi resmi tentang plot dan tema cerita. Menurut penjelasan resmi dari Kodansha USA, Tsugumi Project merupakan manga action yang telah mendapat pujian kritis di kalangan pembaca internasional.
Cerita manga ini mengambil setting di dunia pasca-apokaliptik yang suram dan berbahaya. Tokoh utama bernama Leon adalah seorang prajurit yang menghadapi nasib yang bejat ketika ia dipisahkan dari keluarganya atas dasar tuduhan yang palsu dan diputuskan untuk diberikan tugas yang hampir pasti akan berakhir dengan kematian. Misi bunuh diri ini melibatkan pemulihan sebuah senjata berbahaya dari sebuah lokasi yang penuh dengan ancaman mematikan.
Tempat yang menjadi latar cerita adalah wilayah yang dulunya dikenal sebagai Jepang namun sekarang menjadi medan yang dikuasai oleh makhluk-makhluk monster besar yang telah bermutasi akibat paparan radiasi ekstrem. Kisah yang penuh darah dan penuh misteri ini menggabungkan elemen-elemen yang mengingatkan pada karya-karya klasik semacam Blame!, Spriggan, dan AKIRA, menciptakan pengalaman bercerita yang epik penuh aksi dan suspense.
Deskripsi lebih detail dari penerbit Kodansha mengungkapkan bahwa lebih dari dua abad telah berlalu sejak Jepang diterjang oleh perang nuklir yang dahsyat. Sejak peristiwa kataklismik tersebut, pulau Jepang telah terisolasi dari dunia dan kini menjadi tempat yang penuh teror dan misteri yang tidak terpecahkan. Wilayah yang dulunya makmur ini sekarang dipenuhi dengan keajaiban sains yang sebagian orang percaya harus dilupakan selamanya, monument-monumen dari era keemasan umat manusia yang kini hanya tinggal kenangan, dan monster-monster yang telah mengalami mutasi karena radiasi dan siap menghancurkan siapa pun yang berani tiba di tanah tersebut.
Setelah dirampas dari keluarganya dan ditanam dengan tuduhan palsu, seorang tentara keberuntungan Prancis bernama Leon menemukan dirinya naik ke sebuah pesawat kargo yang akan membawanya ke destinasi misterius yaitu Jepang. Leon dan para narapidana lainnya yang naik pesawat yang sama diberikan ultimatum yang kejam: mereka memiliki waktu satu tahun untuk menemukan senjata kuat dari zaman purba, sebuah senjata yang hanya dikenal melalui kode rahasia TORATSUGUMI, dengan iming-iming bahwa mereka akan mendapatkan kebebasan jika berhasil menyelesaikan misi.
Namun, sejalan dengan progresnya misi, Leon dan rekan-rekannya mulai menyadari bahwa senjata misterius ini bukan hanya sekadar alat perang biasa. Ada koneksi tersembunyi antara senjata Tsugumi dan seorang gadis setengah manusia bertalon yang secara misterius datang untuk menyelamatkan Leon pada saat-saat kritis. Kehadiran gadis misterius ini membuka pertanyaan-pertanyaan baru tentang kebenaran yang sebenarnya tersembunyi di balik misi yang diberikan kepada Leon dan teman-temannya.
Manga yang digambar dengan visual yang indah dan detail ini menawarkan pengalaman membaca yang intens bagi penggemar genre post-apokaliptik, action-adventure, dan misteri yang penuh dengan plot twist mengejutkan. Referensi ke karya-karya klasik seperti Hell’s Paradise: Jigokuraku dan The Southern Reach Trilogy menunjukkan bahwa Tsugumi Project memiliki ambisi naratif yang tinggi dan kompleksitas cerita yang mendalam yang akan membuat pembaca terus penasaran hingga akhir.
Dengan adaptasi anime yang akan datang, penggemar yang sudah mengenal manga ini akan dapat melihat dunia post-apokaliptik Tsugumi Project dengan cara yang baru melalui medium visual animasi, sementara penonton baru akan memiliki kesempatan untuk menemukan cerita yang unik dan menarik ini untuk pertama kalinya.
Anime The Bugle Call Diumumkan untuk 2027
Animetakus.com – Anime The Bugle Call resmi diumumkan dan dijadwalkan tayang pada 2027. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, situs resmi dan akun X serial ini dibuka serta memperkenalkan teaser trailer, visual perdana, dan jajaran staf yang akan menggarap adaptasi manga karya Mozuku Sora dan Higoro Tomori.
Studio baru CA Soa dipercaya menangani produksi animasi serial fantasi aksi tersebut.

Shinya Watada, yang sebelumnya menyutradarai Rock is a Lady’s Melody, ditunjuk sebagai sutradara anime The Bugle Call di studio CA Soa.
Sementara itu, Michihiro Tsuchiya (Akane-banashi) bertanggung jawab atas komposisi seri. Desain karakter dikerjakan oleh Michinori Chiba (SK8 the Infinity), sedangkan musik digubah oleh Hitomi Koto (Sparks of Tomorrow).
Selain staf utama, proyek ini juga melibatkan sejumlah nama lain, yaitu:
- Action Animator: Hiroshi Arisawa
- Concept Designer: Kanetake Ebikawa
- Prop Designer: Takayuki Yanase
- 3DCG: SHIROGUMI INC.
Manga asli The Bugle Call diterbitkan dalam bahasa Inggris oleh Viz Media dengan judul The Bugle Call: Song of War.
Ceritanya mengambil latar Arboral Year 1294, ketika dunia dikuasai sembilan menara raksasa bernama Spires. Peninggalan peradaban maju tersebut menyimpan berbagai rahasia dan pengetahuan yang diperebutkan banyak negara.
Tokoh utamanya, Luca, merupakan seorang peniup terompet di sebuah kelompok tentara bayaran. Ia bermimpi meninggalkan medan perang dan menjadi seorang maestro. Namun, takdir membawanya ke dalam konflik besar setelah dirinya dikenal sebagai salah satu Branch-hexed yang memiliki kemampuan misterius untuk melihat suara dari instrumen yang dimainkannya.
Hingga saat ini, belum ada tanggal tayang pasti selain konfirmasi bahwa Anime The Bugle Call dijadwalkan mengudara pada 2027.
Anime Jyu-Oh Mujin Dandivine Rilis Teaser Trailer
Animetakus.com – Good Smile Company resmi merilis teaser trailer perdana untuk anime original Jyu-Oh Mujin Dandivine melalui kanal YouTube resminya. Serial ini dijadwalkan tayang pada Oktober 2026 sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-25 perusahaan tersebut.
Anime Jyu-Oh Mujin Dandivine menjadi proyek pertama dalam Gattai-shin Series, sebuah inisiatif yang dibuat untuk memperingati 25 tahun berdirinya Good Smile Company. Trailer tersebut juga memperdengarkan musik latar karya Kento Asahina untuk pertama kalinya.
Good Smile Company bekerja sama dengan Liden Films untuk memproduksi serial ini. Yi Cao dipercaya sebagai sutradara dengan proses animasi yang dikerjakan oleh Liden Films dan Kayak Animation.
Sementara itu, Toshiki Inoue bertanggung jawab sebagai penyusun cerita sekaligus penulis naskah. Desain karakter asli dibuat oleh Majiro, desain karakter animasi ditangani robin, sedangkan desain mecha dikerjakan oleh An dari GOD BRAVE STUDIO.
Yoshikazu Iwanami mengisi posisi sebagai sutradara suara. Lagu pembuka anime dibawakan oleh Takanori Nishikawa.
Adapun daftar pengisi suara utama yang telah diumumkan meliputi:
- Takuma Terashima sebagai Gekiha Shijima.
- Haruka Shiraishi sebagai Akane Kuzumi.
- Saya Aizawa sebagai Kirei Shijima.
Kisah Jyu-Oh Mujin Dandivine berlatar 20 tahun setelah robot gabungan Dandivine berhasil mengalahkan musuh misterius bernama Aposdoll. Dunia kembali damai, tetapi perusahaan mainan Kasuga yang dahulu berjaya berkat lini mainan Dandivine justru mengalami kemunduran akibat terlalu bergantung pada waralaba tersebut.
Presiden Kasuga, Genjuro Shijima, sangat menginginkan kebangkitan Dandivine, bahkan jika harus mengusik kedamaian dunia.
Tak lama kemudian, Aposdoll kembali muncul di Tokyo. Kemunculan musuh lama itu membuat masyarakat yang telah hidup damai selama dua dekade panik dan berusaha menyelamatkan diri.
Di tengah kekacauan tersebut, seorang siswa SMA bernama Gekiha Shijima menaiki Dandivine atas ajakan pamannya, Yusaku Kuroiwa, yang sebelumnya merupakan pilot utama robot tersebut.
Kini, pertanyaan besar pun muncul. Apa tujuan sebenarnya Aposdoll kembali muncul? Mampukah Kasuga bangkit dan kembali memimpin industri mainan? Pertarungan baru pun resmi dimulai.
Godzilla Minus Zero Rilis Teaser Perdana
Animetakus.com Godzilla Minus Zero resmi merilis teaser Godzilla Minus Zero sebagai tampilan awal untuk film Godzilla terbaru yang menjadi sekuel Godzilla Minus One. Informasi ini diumumkan melalui situs resmi film tersebut.
Film ini kembali ditulis dan disutradarai oleh Takashi Yamazaki setelah kesuksesan proyek sebelumnya. Godzilla Minus Zero juga mencatat pencapaian sebagai film Jepang pertama yang memperoleh sertifikasi “Filmed for IMAX®”.
Jadwal rilis Godzilla telah ditetapkan dengan penayangan di Jepang pada 3 November. Film ini kemudian akan tayang di Amerika Utara pada 6 November.
Godzilla Minus Zero “First Look” Teaser Trailer
Cerita dalam Godzilla Minus Zero menjadi sekuel Godzilla Minus One. Latar waktu berada pada tahun 1949, dua tahun setelah peristiwa film sebelumnya.
Ryunosuke Kamiki dipastikan kembali memerankan Koichi Shikishima, tokoh utama yang pernah menghadapi Godzilla. Selain itu, Minami Hamabe juga kembali sebagai Noriko Oishi yang selamat dari serangan Godzilla.
Kamiki menyampaikan bahwa tekanan dalam proyek ini tetap besar. Ia menegaskan telah memberikan upaya maksimal agar penonton dan penggemar Godzilla dapat menikmati film ini.
Hamabe menambahkan bahwa perilisan serentak di Jepang dan Amerika Serikat menjadi hal yang membanggakan. Ia berharap film ini dapat dinikmati oleh penonton global dan menjadi karya yang dikenang.

Takashi Yamazaki juga memberikan pernyataan terkait produksi film ini. Ia menyebut Godzilla Minus One menjadi karya spesial yang meraih banyak penghargaan. Namun, pencapaian tersebut justru menjadi tantangan besar dalam pengembangan sekuel.
Ia menegaskan bahwa tim produksi harus terus melangkah maju. Semangat tersebut diibaratkan seperti keluarga Shikishima yang selalu mampu melewati rintangan.
Yamazaki juga menyoroti kembalinya para pemeran utama. Ia menyebut kemungkinan perilisan serentak secara global menjadi hal yang sebelumnya tidak terbayangkan. Seluruh tim disebut bekerja keras agar proyek ini memenuhi ekspektasi tinggi penonton.
Sebagai catatan, Godzilla Minus One pertama kali tayang di Jepang pada 3 November 2023. Film ini meraih pendapatan global sebesar 116 juta dolar AS.
Di Jepang, film tersebut mencatatkan pendapatan 7,65 miliar yen dan masuk dalam jajaran 100 film terlaris sepanjang masa. Selain itu, film ini menjadi karya non-bahasa Inggris pertama yang memenangkan kategori Efek Visual Terbaik di Academy Awards serta Film Terbaik di Japan Academy Film Prize ke-47.
Dengan berbagai pencapaian tersebut, Godzilla Minus Zero diproyeksikan menjadi film Godzilla terbaru yang membawa ekspektasi besar di industri perfilman global.
Live-Action WIND BREAKER Rilis Teaser, Tayang Desember 2025
Animetakus.com – Film live-action adaptasi dari manga WIND BREAKER karya Satoru Nii akhirnya resmi memperlihatkan teaser trailer perdana serta visual enam pemeran utama, menandai langkah awal promosi menuju rilis Desember 2025 di bioskop Jepang.
Aktor Koshi Mizukami (26) didapuk sebagai Haruka Sakura, karakter utama yang penuh semangat dan kekuatan. Dalam pernyataannya, Mizukami menyebut film ini sebagai “film anak nakal khas era Reiwa” yang membawa nuansa nostalgia namun tetap berjiwa modern.
“Ekspresi dan persepsi tentang film anak nakal telah berubah sejak masa muda saya,” ujar Mizukami. “Saya merasa sedang menjalani masa-masa penuh semangat bersama seluruh kru dan Haruka Sakura menuju era baru.”
Tak hanya trailer, studio juga merilis visual resmi para pemeran yang menggambarkan enam tokoh utama secara individual, lengkap dengan gaya khas mereka di SMA Furin.






Film ini disutradarai oleh Kentaro Hagiwara, yang sebelumnya sukses mengarahkan live-action Tokyo Ghoul (2017) dan Blue Period (2024). Skenarionya ditulis oleh Yosuke Masaike, pemenang Excellence Screenplay Award di Japan Academy Film Prize ke-46 lewat Anime Supremacy!.
Manga asli WIND BREAKER telah terbit sejak Januari 2021 di Magazine Pocket milik Kodansha, dan saat ini telah merilis 22 volume.
Sinopsis WIND BREAKER versi Live-Action
Selamat datang di SMA Furin, sekolah yang dikenal sebagai sarang anak berandalan kekar yang menyelesaikan masalah dengan kekuatan. Sebagian dari mereka membentuk kelompok Bofurin, pelindung kota dari kejahatan. Haruka Sakura, siswa tahun pertama yang baru pindah dari luar kota, hanya punya satu tujuan: bertarung dan naik ke puncak hierarki kekuatan SMA Furin.
Live-Action 5 Centimeters per Second Rilis Teaser Trailer dan Visual Baru
Animetakus.com – Teaser trailer perdana untuk film live-action 5 Centimeters per Second, adaptasi dari anime legendaris karya Makoto Shinkai tahun 2007, akhirnya dirilis. Trailer ini membawa suasana haru dengan menampilkan versi baru dari lagu insert “Omoide wa Touku no Hibi” yang dinyanyikan oleh Ayatake Ezaki, sosok di balik musik untuk film versi live-action ini.
Makoto Shinkai sendiri turut memperkenalkan teaser tersebut lewat akun resminya di X (sebelumnya Twitter) dan menyampaikan komentarnya dengan penuh antusias:
“Luar biasa. Saya sangat menantikan film ini!”
Film ini juga memperkenalkan dua pemeran baru. Haruto Ueda akan memerankan versi anak-anak dari Takaki Tono, sementara Noa Shiroyama akan memerankan Akari Shinohara muda. Bersamaan dengan trailer, dua visual teaser yang menggambarkan masa kecil karakter utama juga dipublikasikan.


Film live-action 5 Centimeters per Second dijadwalkan tayang perdana di Jepang pada 10 Oktober 2025. Disutradarai oleh Yoshiyuki Okuyama, yang dikenal lewat karya video musik untuk Kenshi Yonezu seperti “Kanden” dan “KICK BACK”, naskah film ini ditulis oleh Ayako Suzuki. Pemeran utama Takaki Tono akan diperankan oleh Hokuto Matsumura, anggota grup idola pria SixTONES dari STARTO ENTERTAINMENT.
Film ini menjadi adaptasi live-action pertama dari karya orisinal ketiga Shinkai setelah Voices of a Distant Star (2002) dan The Place Promised in Our Early Days (2004). Versi animenya sendiri tayang perdana di Jepang pada 3 Maret 2007 dan menjadi salah satu karya paling menyentuh soal cinta dan jarak.
Sinopsis resmi dari Comix Wave Film menggambarkan inti cerita sebagai berikut:
Setelah Takaki dan Akari pindah ke sekolah dasar yang sama, keduanya menjalin persahabatan erat. Namun hidup mereka berubah saat keluarga masing-masing harus pindah. Satu tahun setelah terpisah, Takaki hendak bertemu kembali dengan Akari. Saat berada di kereta dari Tokyo, kenangan masa lalu memenuhi pikirannya, sementara waktu pertemuan mereka semakin dekat. Cerita ini merangkai tiga kisah cinta dan kehilangan kepolosan yang berkelindan seiring berjalannya waktu.